Poin penting
Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau modul ajar secara manual kerap menghabiskan banyak energi administratif guru. Jika Anda butuh prompt chat gpt untuk susun RPP otomatis, kuncinya bukan sekadar meminta kecerdasan buatan menulis rencana pelajaran, melainkan memberikan instruksi kerja yang terstruktur dan spesifik.
Kecerdasan buatan generatif seperti ChatGPT, yang diluncurkan oleh OpenAI pada November 2022, dirancang untuk merespons instruksi atau prompt yang dimasukkan pengguna. Berdasarkan penjelasan dari Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, prompt merupakan perintah atau pertanyaan yang memandu sistem AI, dan tingkat kejelasan, spesifisitas, serta keteraturan struktur prompt sangat menentukan akurasi respons yang dihasilkan. Tanpa instruksi yang tepat, AI cenderung memberikan keluaran umum yang kurang aplikatif untuk kebutuhan kelas Anda.
Perintah singkat seperti “buatkan RPP IPA kelas 7” biasanya hanya menghasilkan kerangka normatif yang dangkal. AI membutuhkan batasan pedagogis agar rancangan pembelajaran yang dihasilkan sesuai dengan kondisi nyata murid Anda di sekolah.
Praktik pemanfaatan AI untuk efisiensi administrasi guru kian banyak diadopsi. Sebagai contoh, di lingkungan madrasah, Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Kabupaten Pemalang sempat menyelenggarakan pelatihan penyusunan modul ajar dan RPP Kurikulum Merdeka dengan ChatGPT guna membantu efisiensi kerja para pendidik. Agar hasil penyusunan berjalan optimal, guru perlu memahami anatomi prompt yang baik.
Formula prompt terstruktur yang efektif umumnya mencakup empat elemen penting:
Saat menyusun modul ajar, Anda dapat memasukkan Capaian Pembelajaran (CP) resmi ke dalam ruang obrolan. Berikut adalah contoh rumusan prompt ai untuk membuat modul ajar kurikulum merdeka yang dapat Anda sesuaikan:
“Bertindaklah sebagai desainer kurikulum dan guru ahli [Sebutkan Mata Pelajaran]. Saya ingin menyusun modul ajar untuk Fase [Sebutkan Fase, misal: D], Kelas [Sebutkan Kelas], dengan alokasi waktu [Sebutkan Waktu, misal: 2×40 menit]. Topik pembelajaran kali ini adalah [Tuliskan Topik].
Capaian Pembelajaran (CP) yang menjadi acuan adalah: ‘[Tempel kutipan CP di sini]’.
Susunlah modul ajar dengan komponen berikut:
- 3 Tujuan Pembelajaran yang terukur dan mengacu pada kata kerja operasional taksonomi Bloom.
- Pemahaman bermakna dan 2 pertanyaan pemantik diskusi.
- Skenario langkah kegiatan belajar (Pendahuluan 10 menit, Inti 60 menit dengan model Problem Based Learning, dan Penutup 10 menit).
- Asesmen formatif beserta rubrik singkat penilaian performa kelompok.
Sajikan dalam bentuk tabel terstruktur dengan bahasa Indonesia yang jelas dan mudah dipraktikkan.”
Jika Anda ingin mengarahkan pembelajaran yang memadukan keterampilan abad ke-21, Anda dapat menginstruksikan AI untuk menyisipkan dimensi Profil Pelajar Pancasila atau kolaborasi siswa, sejalan dengan prinsip dasar dalam mendesain pembelajaran abad 21.
Setelah kerangka modul ajar terbentuk, guru dapat memperdalam bagian kegiatan belajar agar tidak monoton. Anda cukup melanjutkan obrolan dalam utas yang sama dengan prompt khusus pendalaman aktivitas, misalnya:
“Berdasarkan kegiatan inti pada modul ajar di atas, berikan 2 alternatif aktivitas interaktif yang dapat melibatkan partisipasi aktif murid tanpa memerlukan perangkat gawai di kelas. Sertakan pula lembar kerja siswa (LKS) ringkas berisi instruksi kerja kelompok dan tabel pengamatan.”
Untuk menyusun instrumen evaluasi yang akurat, gunakan prompt penegasan:
“Buatlah rubrik asesmen formatif dalam format tabel untuk mengukur kerja sama kelompok dan kemampuan presentasi siswa pada materi ini. Gunakan 4 skala capaian: Perlu Bimbingan, Cukup, Baik, dan Sangat Baik, lengkap dengan kriteria deskriptif di setiap skala.”
Terkait pertanyaan bolehkah guru menggunakan AI untuk membuat perangkat ajar, pemanfaatan alat digital pada dasarnya diperbolehkan selama difungsikan sebagai draf kerja awal dan bukan pengganti pertimbangan manusia. Prinsip ini selaras dengan ulasan mengenai etika dan akuntabilitas teknologi pada panduan batas aman penggunaan AI oleh guru.
Sebagai langkah kendali mutu, lakukan verifikasi mandiri terhadap draf hasil AI sebelum membawanya ke kelas melalui daftar periksa berikut:
| Aspek Pemeriksaan | Pertanyaan Evaluasi Mandiri | Tindakan Guru |
|---|---|---|
| Kesesuaian CP | Apakah tujuan pembelajaran benar-benar mencerminkan kompetensi pada CP resmi? | Sesuaikan kata kerja operasional dan kedalaman materi. |
| Kondisi Riil Siswa | Apakah alokasi waktu dan instruksi tugas realistis bagi kemampuan murid Anda? | Sederhanakan tahapan kegiatan bila materi terlalu padat. |
| Ketersediaan Fasilitas | Apakah alat dan bahan ajar yang disarankan AI tersedia di sekolah? | Ganti media yang tidak realistis dengan sumber daya lokal yang ada. |
| Akurasi Konsep | Apakah ada kekeliruan istilah, bias konteks, atau miskonsepsi materi ajar? | Koreksi fakta ilmiah dan konsep materi secara manual. |
Teknologi prompt memudahkan para pendidik memangkas waktu kerja administrasi secara nyata. Namun, pemahaman guru terhadap karakteristik murid di kelas tetap menjadi instrumen terpenting yang menentukan keberhasilan pembelajaran.
Boleh, AI generatif dapat dimanfaatkan sebagai asisten untuk menyusun draf awal modul ajar atau RPP. Namun, guru bertanggung jawab penuh untuk menelaah, mengedit, dan memastikan isinya sesuai dengan kurikulum resmi serta kondisi nyata siswa.
Hal ini biasanya terjadi karena instruksi yang diberikan terlalu singkat tanpa menyertakan konteks mata pelajaran, fase/kelas, alokasi waktu, serta capaian pembelajaran spesifik yang diharapkan.