Poin penting
Legalitas dan perizinan tidak sama, meskipun keduanya sering disebut dalam satu napas. Legalitas menjawab pertanyaan “apakah badan ini sah secara hukum?”, sedangkan perizinan menjawab “apakah badan ini boleh menjalankan kegiatan tertentu, di tempat tertentu?”. Bagi yayasan pendidikan yang mengelola kantin, toko seragam, atau unit produksi SMK, perbedaan ini menentukan dokumen mana yang perlu disimpan, mana yang perlu diperbarui, dan mana yang sudah tidak diterbitkan lagi.
Artikel ini membahas dokumen usaha lama yang masih sering muncul di lemari arsip yayasan, yaitu akta pendirian, NPWP badan, SIUP, TDP, SITU, dan SKDP. Masing-masing dipetakan terhadap sistem Nomor Induk Berusaha (NIB) dan OSS yang berlaku sekarang. Tujuannya agar operator dan bendahara bisa merapikan berkas tanpa menebak-nebak.
Kata “legal” berarti sah atau keabsahan. Legalitas usaha karena itu dapat dipahami sebagai pengakuan hukum terhadap keberadaan suatu usaha, seperti dijelaskan dalam ulasan Infiniti tentang pentingnya legalitas usaha. Perizinan bekerja di lapisan berikutnya: setelah badannya diakui, kegiatan yang dijalankan badan itu perlu izin sesuai jenis dan risikonya.
Perbedaannya dapat diringkas sebagai berikut:
Di lingkungan sekolah, ada lapisan ketiga yang sering tercampur, yaitu izin penyelenggaraan satuan pendidikan. Izin ini mengikuti aturan bidang pendidikan dan diurus melalui dinas pendidikan atau kementerian yang membidangi pendidikan. Jalurnya berbeda dari perizinan berusaha di OSS. Artikel ini berfokus pada unit usaha. Untuk sisi izin operasional sekolah, Anda dapat membaca pembahasan tentang penataan perizinan dan legalitas sekolah.
Banyak yayasan mendirikan unit usahanya pada masa ketika satu usaha memerlukan beberapa surat dari instansi berbeda. Berikut fungsi masing-masing dokumen tersebut.
Akta pendirian dibuat di hadapan notaris. Isinya antara lain identitas pendiri, tujuan usaha, modal, susunan pengurus, dan aturan dasar badan, sebagaimana diuraikan dalam artikel Privy tentang dokumen legalitas usaha. Untuk yayasan pendidikan, akta inilah yang menjadi fondasi. Semua izin di atasnya bergantung pada kesesuaian akta, misalnya apakah maksud dan tujuan yayasan mencakup kegiatan yang dijalankan.
NPWP badan adalah identitas perpajakan badan, dan ini urusan perpajakan, bukan perizinan berusaha. Sumber yang dirujuk tidak menyebut NPWP digantikan oleh NIB. Karena itu, NPWP sebaiknya diperlakukan sebagai dokumen yang tetap perlu dijaga. Pertanyaan teknis tentang kewajiban pajak unit usaha sebaiknya diajukan ke kantor pajak atau konsultan pajak.
Dulu SIUP menjadi izin untuk menjalankan kegiatan perdagangan. Toko seragam atau koperasi sekolah yang berdiri sejak lama mungkin masih menyimpan salinannya di map arsip.
TDP menunjukkan bahwa perusahaan sudah terdaftar secara sah. Dalam regulasi yang lebih baru, TDP diganti dengan NIB yang diperoleh melalui sistem OSS (Privy).
SITU menunjukkan bahwa lokasi tempat usaha sesuai dengan peraturan tata ruang yang berlaku (Privy). Bagi sekolah, isu ini relevan ketika unit usaha menempati bangunan atau lahan yang peruntukannya untuk pendidikan.
SKDP menerangkan alamat kedudukan badan usaha. Dokumen ini biasanya diterbitkan di tingkat kelurahan atau kecamatan.
NIB adalah identitas izin usaha yang diterbitkan Lembaga OSS, yang berada di bawah Badan Koordinasi Penanaman Modal. NIB juga berfungsi sebagai izin usaha sekaligus izin komersial atau operasional sesuai bidang usahanya (Wikipedia: Nomor Induk Berusaha). Inilah alasan beberapa dokumen lama kini dianggap tumpang tindih.
Ada tiga perubahan penting yang perlu dipahami pengelola yayasan:
Satu hal yang perlu ditegaskan: NIB tidak otomatis mencakup semua kegiatan. NIB terkait dengan bidang usaha yang didaftarkan. Jika yayasan menambah jenis usaha baru, data dan persyaratannya perlu diperiksa ulang.
Tabel berikut disusun dari sumber yang dirujuk di artikel ini. Kolom status mencerminkan apa yang dinyatakan sumber, bukan kepastian hukum untuk setiap daerah.
| Dokumen lama | Fungsi utamanya | Status menurut sumber | Tindakan yang disarankan untuk arsip yayasan |
|---|---|---|---|
| Akta pendirian | Bukti keabsahan badan: pendiri, tujuan, pengurus, aturan dasar | Tetap relevan sebagai dasar legalitas | Simpan asli dan salinan. Periksa apakah maksud dan tujuan mencakup kegiatan unit usaha, serta apakah ada akta perubahan terbaru. |
| NPWP badan | Identitas perpajakan badan | Tidak disebut diganti NIB | Pastikan datanya sesuai dengan akta terbaru. Konsultasikan kewajiban pajak unit usaha ke kantor pajak. |
| SIUP | Izin kegiatan perdagangan | Tidak diterbitkan lagi sejak UU Cipta Kerja | Simpan sebagai arsip sejarah. Jangan diperpanjang atau dijadikan syarat. Gunakan NIB. |
| TDP | Bukti perusahaan terdaftar | Diganti NIB melalui OSS | Simpan sebagai arsip sejarah. Rujuk NIB untuk keperluan terkini. |
| SKU | Keterangan usaha | Tidak diterbitkan lagi sejak UU Cipta Kerja | Simpan sebagai arsip sejarah. |
| SITU | Kesesuaian lokasi usaha dengan tata ruang | Tidak dijelaskan tegas di sumber | Perlu dicek ke OSS atau pemda setempat. Isu kesesuaian lokasi tetap penting walaupun nama dokumennya bisa berubah. |
| SKDP | Keterangan alamat kedudukan badan | Tidak dijelaskan tegas di sumber | Perlu dicek ke OSS atau pemda setempat, terutama jika ada pihak (bank atau mitra) yang masih memintanya. |
| NIB | Identitas izin usaha sekaligus izin komersial atau operasional sesuai bidang | Berlaku, diterbitkan Lembaga OSS | Pastikan bidang usaha yang terdaftar sesuai dengan kegiatan nyata unit usaha. Cek persyaratan tambahan sesuai tingkat risiko. |
Contoh berikut bersifat hipotetis dan hanya untuk ilustrasi cara berpikir, bukan nasihat hukum untuk kasus tertentu.
Sebuah yayasan pendidikan swasta mengelola SMP dan SMK. Di dalamnya ada dua kegiatan usaha: kantin yang melayani siswa dan guru, serta unit produksi jurusan tata boga yang mulai menerima pesanan katering dari luar sekolah. Dalam rapat yayasan, bendahara menemukan map berisi SIUP dan TDP lama atas nama unit usaha, dan mengusulkan agar keduanya “diperpanjang”.
Dengan memakai pembedaan legalitas dan perizinan, pengurus dapat memilah masalahnya sebagai berikut:
Hasilnya, pertanyaan dalam rapat bergeser dari “bagaimana memperpanjang SIUP” menjadi “apakah bidang usaha kita sudah tercatat dengan benar di NIB, dan izin tambahan apa yang diperlukan sesuai risikonya”. Pertanyaan kedua ini jauh lebih tepat sasaran. Untuk aspek tata kelola unit usaha secara lebih luas, termasuk pemisahan aset dan pembukuan, lihat panduan tata kelola unit usaha sekolah.
Daftar berikut dapat dipakai operator atau bendahara saat merapikan lemari arsip atau folder digital. Kerjakan untuk setiap unit usaha secara terpisah.
Agar daftar ini tidak berhenti sebagai catatan sekali pakai, masukkan ke dalam prosedur tertulis. Panduan menyusun SOP sekolah dapat membantu memperjelas siapa mengerjakan apa. Pemeriksaan kelengkapan dokumen juga dapat digabungkan dengan audit internal dan pengendalian keuangan sekolah.
Setiap pertanyaan punya pintu yang tepat. Gunakan panduan kasar berikut:
| Situasi | Pihak yang dituju |
|---|---|
| Memeriksa atau memperbarui data NIB, bidang usaha, dan persyaratan berbasis risiko | Sistem OSS dan laman resmi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM |
| Status SITU, SKDP, atau persyaratan lokasi dan tata ruang | OSS dan pemerintah daerah setempat |
| Izin pendirian atau operasional sekolah, perubahan status, atau pindah lokasi sekolah | Dinas pendidikan setempat dan laman resmi Kemendikdasmen |
| Perubahan pengurus, maksud dan tujuan yayasan, atau pilihan bentuk badan untuk unit usaha (termasuk koperasi sekolah) | Notaris atau konsultan hukum |
| Kewajiban pajak unit usaha dan kesesuaian data NPWP | Kantor pajak atau konsultan pajak |
Konsultasi profesional paling penting ketika keputusannya sulit dibatalkan, misalnya mengubah akta, membentuk badan baru untuk unit usaha, atau menerima pesanan dalam jumlah besar dari pihak luar. Pada titik itu, kesalahan memilih bentuk badan atau izin bisa berdampak pada aset yayasan.
Langkah awal yang realistis untuk minggu ini adalah menjalankan daftar periksa di atas untuk satu unit usaha saja. Tandai mana yang sudah jelas dan mana yang masih berstatus “perlu dicek”, lalu bawa daftar pertanyaan itu ke rapat yayasan berikutnya.
Tidak. Legalitas menyangkut keabsahan badan, misalnya akta pendirian yayasan. Perizinan menyangkut izin untuk menjalankan kegiatan tertentu, misalnya NIB untuk bidang usaha kantin. Sebuah badan bisa sah secara hukum tetapi kegiatannya belum berizin, dan sebaliknya izin bisa bermasalah bila badannya tidak sesuai.
Belum tentu. Koperasi adalah bentuk badan tersendiri dengan aturan sendiri, sehingga kedudukannya bisa berbeda dari unit usaha yang dijalankan langsung oleh yayasan. Untuk memastikan bentuk dan dokumen yang tepat, konsultasikan dengan notaris atau konsultan hukum.