Dulu, cukup dengan spanduk di perempatan, brosur di warung, atau dari mulut ke mulut, sekolah sudah bisa mendapatkan murid baru. Tapi sekarang? Orang tua lebih dulu “berjalan-jalan” lewat layar ponsel sebelum menginjakkan kaki di sekolah mana pun. Mereka cari tahu reputasi, lihat aktivitas, bahkan baca testimoni… semua lewat internet.
Inilah tanda zaman. Kalau sekolah Anda tidak hadir di dunia digital, maka Anda sedang membiarkan calon peserta didik berpindah ke lembaga lain yang lebih terlihat.
Digital marketing bukan sekadar tren. Ia adalah jembatan antara sekolah dan orang tua masa kini.
Tapi tentu tidak semua lembaga pendidikan siap dengan perubahan ini. Ada yang sudah punya akun media sosial, tapi tidak aktif. Ada yang punya website, tapi tidak pernah diperbarui. Ada pula yang mencoba beriklan, tapi hasilnya nihil karena tidak tahu siapa targetnya.
Hal pertama yang perlu disadari adalah: digital marketing bukan sulap. Ia bukan soal viral sesaat. Ia tentang strategi jangka panjang untuk membangun kepercayaan publik.
Lalu, dari mana sekolah bisa mulai?
Website sekolah bukan hanya formalitas. Ini adalah etalase digital Anda. Orang tua akan menilai profesionalisme dan kredibilitas sekolah dari tampilan website. Pastikan:
Informasi lengkap dan terbaru,
Desain ramah pengguna dan mobile-friendly,
Ada tombol kontak yang aktif (WhatsApp atau form PPDB).
Tip: Jika belum bisa membangun website dari awal, gunakan platform gratis seperti Google Sites atau WordPress sebagai awal.
Konten adalah bahan bakar digital marketing. Tapi bukan sembarang posting. Konten yang baik bukan sekadar menginformasikan, tapi menghubungkan secara emosional.
Misalnya:
Cerita perubahan siswa yang dulunya pemalu jadi berani tampil.
Video kegiatan siswa yang sederhana tapi penuh semangat.
Testimoni orang tua yang tulus, bukan yang dibuat-buat.
Tip: Konsisten lebih penting daripada sempurna. Posting seminggu dua kali sudah cukup asal rutin.
Banyak sekolah pasang iklan, tapi tanpa arah. Uang habis, pendaftar tidak datang. Kenapa? Karena tidak tahu siapa yang dituju.
Kalau sekolah Anda adalah SD Islam, targetkan orang tua muda usia 25–40 tahun yang tertarik pada pendidikan berbasis nilai. Kalau sekolah Anda boarding, tampilkan keunggulan disiplin dan karakter.
Tip: Gunakan Facebook Ads Manager untuk menargetkan audiens berdasarkan lokasi, usia, dan minat. Mulai dari Rp50.000 pun bisa!
Orang tua tidak suka dijualin, tapi suka diajak ngobrol. Maka, jangan jadikan media sosial sekadar papan pengumuman. Gunakan untuk:
Menjawab pertanyaan calon orang tua dengan ramah.
Membagikan tips parenting.
Mengapresiasi pencapaian siswa.
Tip: Semakin humanis konten Anda, semakin besar kemungkinan orang percaya pada sekolah Anda.
Karena tidak punya strategi. Mereka hanya meniru, berharap hasil instan, dan tidak mengevaluasi. Padahal, digital marketing itu seperti menanam: butuh konsistensi, evaluasi, dan sedikit kreativitas.
Sering kali juga, tim marketing sekolah belum paham dunia digital. Mereka bukan tidak mau belajar, tapi belum tahu harus mulai dari mana.
Dari semua pengalaman membantu sekolah dan pesantren mengembangkan strategi digital mereka, saya menyusun sebuah eBook panduan digital marketing untuk lembaga pendidikan. Ebook ini bukan teori rumit, tapi panduan langkah demi langkah yang praktis dan aplikatif.
Isinya antara lain:
Cara membangun citra sekolah yang kuat di internet,
Teknik SEO untuk membuat website sekolah tampil di Google,
Strategi membuat iklan berbayar yang hemat dan tepat sasaran,
Ide konten media sosial yang meningkatkan engagement,
Serta studi kasus nyata dari sekolah yang berhasil.
Tak hanya itu, saya juga siapkan bonus seperti template banner PPDB, dan bebrapa Ebook Alinnya yang relevan untuk dunia pendidikan saat ini
Kalau sekolah Anda punya niat baik, program bagus, dan guru yang berdedikasi, maka jangan biarkan semua itu tidak diketahui oleh publik. Dunia digital adalah panggung. Dan digital marketing adalah tiket masuknya.
Anda tidak perlu jadi ahli. Anda hanya perlu satu hal: kemauan untuk belajar dan strategi yang tepat.
🎓 Ebook ini akan memandu Anda mulai dari nol hingga paham cara membangun jejak digital yang profesional, menarik, dan berdampak langsung pada peningkatan jumlah peserta didik.
Sudah saatnya sekolah Anda tampil dan dikenal lebih luas. Bukan besok. Tapi hari ini.